Dukung Gerakan Ramah Lingkungan, Mendag Ajak Konsumen Bertanggung Jawab Gunakan Produk Indonesia

Rabu, 30 September 2020 | 15.40 WIB

JAKARTA, MARITIMBISNIS.com –Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak seluruh konsumen untuk bertanggung jawab dalam menggunakan produk Indonesia dalam menjaga bumi.

Ajakan ini merupakan bentuk dukungan Mendag Agus terhadap “Gerakan Ramah Lingkungan” yang saat ini telah banyak digaungkan pemerintah. Berbagai upaya bisa dilakukan, antara lain dengan membawa tas belanja sendiri, menggunakan alat makan yang bisa dipakai berulang kali, membatasi penyediaan air minum dalam kemasan, menggunakan kertas dengan bijak, serta menggunakan bahan dari petani lokal sebagai bahan baku produksi.

Hal ini disampaikan Mendag pada seminar web (webinar) yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember yang bertema “’Making Right Choices. Becoming A Responsible Consumer’ Toward Sustainable Consumption and Production”. Webinar ini diselenggarakan secara virtual pada hari ini, Selasa (29/9).

“Saya menaruh harapan besar agar semakin banyak konsumen Indonesia dapat menjadi konsumen cerdas sekaligus peduli akan kelestarian lingkungan,” ujar Mendag.

Menurut Mendag, sebagai konsumen cerdas, maka konsumen akan selalu teliti sebelum membeli, memilih produk yang bertanda Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak kadaluarsa, berlabel, terdapat kartu manual garansi berbahasa Indonesia, membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan, serta cinta dan bangga memakai produk buatan Indonesia. Sedangkan, menjadi konsumen yang peduli akan kelestarian lingkungan, maka konsumen akan menggunakan produk yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik.

Mendag menyampaikan, masyarakat juga mulai bisa mempromosikan ‘green marketing’, yaitu proses pemasaran yang mengacu pada lingkungan dengan penekanan pada keberlanjutan (sustainable), etis, menggunakan bahan baku lokal dan organik.

Beberapa contoh penerapan green marketing saat ini di masyarakat adalah konsep slow fashion untuk penggunaan pakaian yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan, serta penggunaan kemasan dengan prinsip 3S yaitu pengurangan sampah yang meliputi pembatasan timbunan sampah (reduce), pendauran ulang sampah (recycle), dan pemanfaatan kembali sampah (reuse).

Ajakan Mendag ini sejalan dengan pencanangan pencanangan Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 September 2015 sebagai kesepakatan pembangunan global. Seluruh negara-negara di dunia, baik yang berpendapatan rendah, menengah atau tinggi sepakat untuk membangun perekonomian dengan tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.


By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya