Luhut: Pemerintah Pastikan Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Tetap Jalan

Penulis : Tim Redaksi | Editor : Nurul Ikhsan

Menurut Menko Marves Ruhut Binsar Panjaitan, Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur konektivitas tetap berlangsung meski di tengah pandemi Covid-19 (MARITIMBISNIS.com/Kemenkomar)

Maritimbisnis.com, Jakarta – Diakhir tahun 2020, Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur konektivitas tetap berlangsung meski di tengah pandemi Covid-19.

Dalam rilis tertulis, Selasa (29/12), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan pun mengatakan, pembangunan infrastruktur konektivitas seperti pelabuhan, bandara, tol, dan moda transportasi umum menjadi kunci penting transformasi ekonomi nasional.

Ruhut juga menegaskan, Pelabuhan Patimbam sebagai salah satu infrastruktur konektivitas yang terus dibangun meski terjadi pandemi.

“Pelabuhan yang telah diresmikan oleh Presiden pada tanggal 20 Desember lalu adalah satu proyek strategis nasional yang jadi stimulator pengembangan wilayah Subang dan sekitarnya, karena akhirnya proses masuknya barang atau kontainer dari luar negeri tidak semua harus Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Luhut.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, adanya pandemi Covid-19 menyadarkan pentingnya infrastruktur yang berbasis konektivitas antar wilayah.

“Pengiriman barang seperti obat dan makanan ke berbagai wilayah di Indonesia pada akhirnya membutuhkan infrastruktur yang memadai seperti pelabuhan, bandara, dan jalan tol,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pembangunan  infrastruktur berbasis konektivitas yang dikerjakan pemerintah di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, Kemenhub bertugas untuk mengaitkan wilayah Indonesia dari wilayah barat sampai dengan wilayah timur.

“Berbagai infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, jalan tol, kereta api, dan kawasan bisnis di sekitarnya kita coba untuk bangun. Selain itu angkutan antar kota dan angkutan perintis juga coba kita kembangkan untuk menghubungkan daerah pelosok dengan kota-kota besar di Indonesia,” kata Budi.

Adapun, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia G. L. Kalake menyebut bahwa proses pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Ayodhia, pembangunan infrastruktur serta konektivitas membutuhkan proses yang panjang dan tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Dia pun menyebut hasil pembangunan dan efek ganda yang dihasilkan pun membutuhkan waktu dan peran masyarakat.

“Masyarakat luaslah yang akan menikmati hail pembangunan dan perbaikan sistem konektivitas. Kita semua perlu mengawal proses ini,” kata Ayodhia.

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya