Tracking Mangrove Dongkrak Ekonomi Warga Aceh Jaya

Penulis : Tim Redaksi | Editor : Hery Taufik

Ekowisata Mangrove ((MARITIMBISNIS.com)

Maritimbisnis.com, Aceh – Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memprogramkan rehabilitasi dan restorasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Upaya tersebut saat ini disinergikan ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Pembangunan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) dalam bentuk pembangunan tracking mangrove.

Sekretaris Ditjen PRL, Hendra Yusran Siry pada Sosialisasi Tahap Akhir Pembangunan Tracking Mangrove, yang diselenggarakan Minggu (20/12) lalu , menuturkan pembangunan PRPEP adalah upaya KKP dalam mengembalikan ekosistem yang asri, tetapi juga memberikan dampak positif untuk masyarakat.

Sosialisasi Tahap Akhir Pembangunan Tracking Mangrove, yang Minggu (20/12) lalu di Kabupaten Aceh Jaya (MARITIMBISNIS.com/KKP)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memprogramkan rehabilitasi dan restorasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (MARITIMBISNIS/KKP)

“Langkah ini adalah upaya restorasi dan pengelolaan ekosistem mangrove yang kami lakukan secara berkelanjutan. Berharap ke depan mampu mendorong dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Hendra di Aceh Jaya.

Dalam pelaksanaanya, PRPEP tak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, namun juga difungsikan sebagai destinasi wisata masyarakat maupun wisata ilmiah.

Melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, pembangunan PRPEP melibatkan masyarakat selama lebih kurang dua (2) bulan lamanya. Masyarakat turut aktif terlibat dalam rangkaian proses pengerjaan sejak awal hingga akhir.

Master plan pembangunan trackig mangrove di di Kabupaten Aceh Jaya (MARITIMBISNIS.com/KKP)

Lebih lanjut, Kepala BPSPL Padang, Mudatstsir, menguraikan PRPEP berupa tracking mangrove dengan panjang 100 meter di Aceh Jaya dilengkapi dengan fasilitas gazebo, menara pandang, tambatan sampan, dan lampu tenaga surya serta gapura yang akan menjadi landmark baru di Aceh Jaya. Pihaknya memastikan fasilitas ini bisa segera digunakan.

“Dalam waktu dekat tracking dan semua fasilitasnya akan segera rampung, dan dapat dikelola oleh kelompok untuk dibuka untuk khalayak umum,” jelas Mudatstsir.

Usai pembangunan fasilitas ini, BPSPL Padang akan menyerahkan bangunan kepada Lembaga Ekowisata Mangrove Sayeung untuk melanjutkan pemanfataannya dan tetap menjaga keberadaan ekosistem pesisir dari kerusakan.

Abdul Hadi yang mewakili kelompoknya telah berkomitmen menjaga, mengelola dan memanfaatkan bantuan PRPEP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami siap menjaga, mengelola serta memanfaatkan bantuan tracking mangrove sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas pria yang akrab disapa Hadi.

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya