Struktur Media Karang ICRG Menambah Keindahan Alam Bawah Laut dan Datangkan Ragam Ikan Karang

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Nurul Ikhsan

Maritimbisnis.com, Bali – Penanaman bibit terumbu karang yang merupakan bagian dari program padat karya yaitu Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang yang dilakukan oleh KKP sejak bulan Oktober hingga Desember 2020 lalu telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Bibit karang menunjukkan pertumbuhan baik dan sehat serta mulai didatangi oleh ikan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda di Jakarta baru-baru ini, beliau mengatakan bahwa bibit karang di Nusa Dua sebagai lokasi paling luas penempatan struktur media karang buatan, telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan,

“Pemandangan di bawah laut menjadi lebih indah, struktur media karang sudah mulai tumbuh dengan baik dan didatangi ikan-ikan. Tentu saja, ini akan menjadi tujuan wisata baru di Bali,” kata Huda optimis.

Selama program berjalan pada awal bulan Oktober hingga Desember 2020 telah dihasilkan 40.686 unit struktur yang terdiri dari rak meja, hexagonal, fishdome, roti buaya, rumah batako, pipa, biorock dan patung. Nah, disini ada patung garuda dan patung-patung adat masyarakat nusantara yang berjumlah semuanya 750 buah.

“Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan struktur dengan melakukan pembersihan sampah seperti pemotongan kabel ties dan label di struktur hexagonal. Bila anda menyelam di perairan Nusa Dua saat ini, anda akan menemukan pemandangan yang berbeda. Struktur terumbu buatan sudah mulai menyampaikan pesan keindahan,” ungkap Huda saat memberikan keterangan di Jakarta.

Lebih lanjut Huda mengharapkan, masyarakat bisa menjaga dan merawat kebun karang ICRG yang telah dibangun  karena program ini memang ditujukan untuk masyarakat Bali, dikerjakan oleh masyarakat Bali dan manfaat jangka panjangnya juga akan dirasakan oleh masyarakat Bali. Jika dijaga dan dirawat dengan baik, masyarakat Bali akan menuai manfaat yang lebih besar ke depannya, seiring dengan pemulihan kembali pariwisata Bali.

Direktur Jenderal PRL TB Haeru Rahayu saat ditemui di Jakarta menyampaikan bahwa ICRG merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digalakkan pemerintahan pusat sebagai solusi dari dampak pandemi Covid-19. Di antaranya untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem terumbu karang, serta sebagai lokasi wisata dan edukasi.

Program ICRG dilakukan di lima lokasi di Bali, yakni Pulau Nusa Dua, Pandawa, Serangan, Sanur, dan Buleleng. Total dana yang digelontorkan untuk menyukseskan ICRG lebih dari Rp.111 Miliar, bersumber dari pemerintah pusat dan daerah. Data yang dihimpun menunjukkan tenaga kerja yang terserap dalam kegiatan ICRG ini lebih dari 10.171 orang. ***

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya