Kemenko Marves Kunjungi Persemaian Mangrove Skala Besar di Brebes

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Nurul Ikhsan

Maritimbisnis.com, Brebes – Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Sahat Manaor Panggabean mengunjungi lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence (Pusat Keunggulan) di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (23-02-2021). Brebes sudah dipilih dan ditetapkan sebagai lokasi program pengembangan mangrove tersebut pada rapat koordinasi (Rakor) tingkat menteri beberapa waktu lalu.

“Dari aspek regulasi Perpres Nomor 120 tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Pak Presiden ingin ada pusat pengelolaan mangrove mondern dan besar, tapi peraturan itu belum menyebutkan lokasinya. Tugas kami untuk menerjemahkan menentukan lokasinya ada di mana. Berdasarkan hasil rapat tingkat menteri yang dipimpin Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan) lokasi salah satunya di Brebes,” kata Sahat di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.

BACA JUGA : Mangrove Brebes Digadang Jadi Pusat Mangrove Dunia

Sahat menyampaikan berdasarkan pada Perpres tersebut, Kemenko Marves bersama KLHK dan kementerian/lembaga (K/L) berkoordinasi serta bergerak untuk memilih lokasi program Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence ini dan diputuskan dalam dalam Rakor tingkat menteri bahwa Desa Randusanga Kulon dipilih menjadi lokasi implementasi Perpres Nomor 120 tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Setelah itu, langkah berikutnya tinggal proses menerjemahkannya di lapangan dengan menindaklanjuti perintah presiden tersebut.

“Karena ini peraturan presiden, maka presiden akan melihat. Jadi rencananya presiden akan datang melihatnya sekitar April 2021,” ungkapnya.

BACA JUGA : PPLP Tanjung Uban, Penjaga Perairan Wilayah Barat Indonesia Hingga Laut Natuna

“Targetnya di lokasi ini per tahun sekitar 10 juta batang mangrove yang bisa dihasilkan dari daerah ini. Jadi lokasi ini menjadi pusatnya, menjadi kebanggaan kita, menjadi kebanggaan masyarakat, maka akan kita sampaikan ke dunia internasional. Kita berharap kalau ada tamu negara yang bertamu ke Jakarta, kita bawa ke sini. Ini menjadi salah satu titik poin yang akan dikunjungi tamu negara,” tambahnya.

Dia menerangkan bahwa Desa Randusanga Kulon tidak hanya menjadi lokasi persemaian/pembibitan tapi juga akan menjadi aktivitas wisata lainnya seperti ekominawisata. Selain itu juga ada KKP yang akan mengembangkan aspek penelitian atas mangrove yang ada di lokasi ini dan bahkan bisa menjadi lokasi penelitian terkait mangrove oleh para peneliti baik di dalam negeri maupun mancanegara yang akan datang ke Brebes.

BACA JUGA : Optimalkan Lalulintas Laut, Menko Luhut Minta Penataan Pipa Dan Kabel Bawah Laut

“Ini peluang dan harus kita tangkap dengan baik. Pertemuan sebelumnya kita konsentrasi pada masalah lahan, tadi sudah dijelaskan bahwa status lahan sudah tidak ada masalah, nanti tinggal pelaksanaan. Target kita ada dua, pertama persiapan kita untuk menyambut kedatangan Pak Presiden pada April 2021 dan kedua lanjutan untuk menjadi wisata. Program ini akan terus berlanjut dan bukan tahun ini saja,” jelasnya.

“Jadi menarik nantinya, Brebes ini akan ada dua kementerian yang konsentrasi terhadap kawasan mangrove ini, ada KLHK dan KKP. Di Rakor, Pak Menko juga meminta dukungan Kemendes PDTT, serta juga memerlukan dukungan koordinasi dari K/L terkait,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Brebes, Narjo menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya program Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence di wilayahnya dan berharap segera terealisasi dalam waktu dekat.

“Kami siap mengawal ini dan seterusnya dalam rangka untuk menuju masyarakat Brebes yang sejahtera,” kata Narjo dalam kesempatan yang sama.

Narjo juga berterima kasih kepada pemerintah pusat, terutama Kemenko Marves dan K/L terkait yang telah memilih serta memutuskan Brebes sebagai lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence. Ia juga menyatakan Pemda Brebes dan segenap stakeholder terkait sudah siap serta sangat mendukung penuh program pengembangan mangrove yang nantinya menjadi wisata dan tempat penelitian.

“Pak lurah sudah siap, masyarakat kompak, dan Insya Allah, program ini nilainya mencapai ratusan miliar dan masyarakat akan merasakan manfaat dari program ini. Ini sangat besar, ini bukan hanya untuk Brebes saja tapi akan menjadi lokasi kunjungan dari dunia luar yang akan masuk ke Brebes,” katanya.

“Kami berterima kasih, semoga program ini terealisasi dan Indonesia semakin maju. Insya Allah penananam 10 juta mangrove terealisasi, mengenai tanah tidak ada masalah, karena ini tanah negara,” ujarnya menegaskan.

Senada dengan itu, Kepala Desa Randusanga Kulon, Affan Setiono, mengatakan setidaknya ada sekitar sepuluh hektare yang bisa digunakan sebagai Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence. Lahan yang sudah ditentukan tersebut merupakan tanah negara yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Randusanga Kulon yang saat ini belum digarap selama ini.

“Jadi silakan dan saya berhap sekaligus berterima kasih dengan adanya perencanaan persemaian mangrove ini di sini. Kami pemerintahan desa sangat mendukung sebagai lokasi persemaian mangrove,” kata Affan.

Affan menuturkan bahwa program mangrove yang akan dijalan itu berada di lokasi barnama Tarjuna yang masuk dalam Desa Randusanga Kulon. Selain pemerintah Desa, kata dia, masyarakat dan elemen lainnya sangat mendukung adanya program tersebut dan berharap akan memeberikan dampak positif bagi desanya.

“Adanya persemaian ini, harapan kami warga kami juga ikut di dalam melaksanakan kegiatan mangrove yang ada di desa ini. Kami mohon dan berharap persemaian ini akan ada di desa kami, karena desa kami 80 persen adalah lahan berair/perairan dan sisanya 20 persen merupakan tanah daratan,” tandasnya.

Selain ke Desa Randusanga Kulon, SAM Sahat bersama Bupati Brebes dan pejabat dari K/L yang hadir dalam kesempatan ini juga melakukan kunjungan ke Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Kaliwlingi merupakan desa kedua yang akan menjadi lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence yang ada di Brebes, Jawa Tengah. ***

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya