Selundupkan Komoditi Ditukar BBM, 2 WNA Papua Nugini Ditangkap Tim EFQR TNI AL

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Nurul Ikhsan

Maritimbisnis.com, Jakarta – Tim Eastern Fleet Quick Response TNI AL dari Satrol Lantamal X, Minggu (28/1) kembali menggagalkan penyelundupan komoditi perkebunan dari Papua Nugini melalui jalur laut.

Dalam operasi tersebut berhasil diamankan 2 orang WNA asal Papua Nugini berinisial S dan PP serta 3 orang warga negara Indonesia berinisial W, J dan H. Tersangka kedapatan memasuki perairan Indonesia secara ilegal tanpa dilengkapi dokumen.

Foto : MARITIMBISNIS.com/Dispenal TNI AL

BACA JUGA : KASAL Resmikan Jabatan Dankodiklatal Dan Danpushidrosal

Tim EFQR Lantamal X juga mengamankan 22 karung buah pinang dengan berat total 660 kg, 11 jerigen kosong ukuran 35 liter, 1 jerigen berisi 35 liter BBM jenis MT-88 (Bensin), 1 speedboat panjang 7 meter dan 1 unit motor tempel 40 PK merk Yamaha tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan dan kekarantinaan.

Penangkapan bermula saat Tim Intelijen Lantamal X menerima informasi dari Danposal Skow adanya speedboat yang melintas dari Papua Nugini  menuju wilayah perairan Indonesia. Informasi kemudian diteruskan kepada Komandan Satuan Patroli Lantamal X dan Asops Danlantamal X.

Foto : MARITIMBISNIS.com/Dispenal TNI AL

BACA JUGA : Pangkoarmada II Lepas KRI SIM-367 Bersama Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-M UNIFIL

Dengan menggunakan 1 unit Sea Rider dibawah pimpinan Serka SBA Rein S. Huwae, Tim EFQR langsung bergerak menuju perairan laut yang berbatasan dengan Papua Nugini. Tidak butuh menunggu lama saat melintas diperairan Tanjung Jar, tepatnya pada posisi koordinat GPS 02°36’00″S – 140°47’00″T, Tim berhasil mengamankan satu unit Speedboat dan melakukan pemeriksaan barang muatan yang dibawa.

Selanjutnya kelima orang tersebut dan barang bukti digiring menuju dermaga Satrol Lantamal X untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai serta Kantor Karantina Kelas 1 Jayapura.

BACA JUGA : Tingkatkan Profesionalitas, TNI AL Gelar OJT Perwira Penerangan

Pengakuan dari para tersangka saat dilakukan interogasi, pelaku mengaku akan menjual buah pinang tersebut di Kota Jayapura, dan hasil penjualan tersebut akan dibelikan BBM jenis bensin untuk dibawa kembali ke Papua Nugini. Pengakuan para pelaku barang bukti speedboat tersebut adalah milik warga negara Papua Nugini  bernama Karete Nunbery.

Saat jumpa pers di Mako Satrol Lantamal X, Senin (01/02/21), pada acara penyerahan barang bukti serta pelaku yang melanggar kepada Bea Cukai, Kantor Karantina dan Imigrasi Jayapura, Komandan Lantamal X mengapresiasi tim yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan tersebut.

Ia juga mengungkapan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh warga Papua Nugini  sudah sering terjadi di wilayah perbatasan RI-PNG. Menurutnya dibutuhkan sinergi yang baik oleh semua stakeholder guna menyikapi permasalahan ini.

“Operasi terpadu kita saat ini adalah untuk mengamankan Kedaulatan Negara Republik Indonesia di Papua. Kita melakukan operasi ini secara bersama-sama untuk menunjukkan bahwa semua instansi yang berada di sini betul-betul bekerja dengan baik dan menjalin komunikasi yang baik,” tandasnya.

“Kita sedang melakukan penyekatan jangan sampai ada terjadi pelanggaran yang dapat menimbulkan ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di Papua. Apalagi kita akan menghadapi PON 20 2021 Papua, kita harus terbebas dari segala bentuk ancaman,” sambung Lanksma Yeheskiel.

Sekedar diketahui, dikalangan masyarakat asli Papua mengkonsumsi buah pinang sudah menjadi adat atau tradisi kebudayaan sehari-hari. Pinang merupakan komoditi yang mempunyai nilai jual di Papua.

Dipasaran lokal, satu karung buah pinang dengan berat sekitar 30 kg bisa dihargai 500-700 Ribu rupiah. Di tingkat pedagang eceran biasa dijajakan di pinggir jalan 3 buah pinang dihargai 5.000 rupiah. ***

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya