Jaring Pasar Ekspor Baru, Bea Cukai Gandeng Pemerintah Daerah

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq

Maritimbisnis.com, Jakarta – Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat besar baik dari sisi keragaman produk komoditas, dari sisi kreativitas dan kualitas, serta dari sisi volume dan tujuan negara ekspor. Untuk itu, dalam rangka mendukung pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN), Bea Cukai terus proaktif menjaring pasar-pasar baru untuk memperluas ekspor.

Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, pada Kamis (04/03) memaparkan langkah yang dilancarkan Bea Cukai dalam mendorong ekspor nasional.

BACA JUGA : PSC Ditjen Hubla Periksa Kapal Asing MV. Harmony Ocean Di Pelabuhan Tanjung Priok

“Saat ini kantor-kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah gencar bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) untuk menemukan potensi pasar ekspor yang belum tergarap di daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Seperti yang dilakukan Bea Cukai Denpasar melalui kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan dalam pembinaan produsen MMEA tradisional arak Bali agar siap ekspor. Sebelumnya, Bea Cukai Denpasar juga menggandeng Pemda Kabupaten Klungkung dalam mengusahakan agar produk unggulan kabupaten ini, yaitu garam Kusamba, rumput laut, dan sapi Nusa Penida untuk dapat diekspor ke luar negeri dan mempunyai pasar global.

BACA JUGA : Kemenhub Dan Kolinlamil Perkuat Sinergi Di Sektor Transportasi Laut

Usaha yang ditempuh adalah dengan mengasistensi para produsen komoditas tersebut melalui Klinik Ekspor, yakni program Bea Cukai Denpasar untuk menemukan pasar komoditas tersebut bekerja sama dengan para atase keuangan di luar negeri, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait perizinan maupun permodalan, dan pembinaan kualitas.

Serupa dengan Bea Cukai Denpasar, Sudiro mengatakan Bea Cukai Bojonegoro juga menjalin sinergi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro untuk menggali potensi ekspor.

BACA JUGA : Bea Cukai Bersama Polairud Gelar Patroli Laut Bersama di Empat Provinsi

“Kedua pihak tengah menyusun rencana program kerja sama untuk pembinaan serta asistensi para pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Bojonegoro agar dapat semakin berkembang dan mampu menembus pasar ekspor. Menyasar Asosiasi Handycraft Jawa Timur (AHJ) Kabupaten Bojonegoro, komoditas yang difokuskan untuk diekspor adalah kerajinan tangan dan produk makanan dan minuman,” jelasnya.

Upaya berkesinambungan menggali potensi ekspor juga dilancarkan Bea Cukai Pasuruan dengan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pasuruan, serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Pasuruan. Bea Cukai dan tiap-tiap instansi pemda mensinergikan kegiatan untuk meningkatkan kuantitas ekspor IKM di Kota Pasuruan.

Selanjutnya Sudiro juga menyebutkan langkah yang diambil Bea Cukai Pangkalpinang dalam mewujudkan kegiatan ekspor lada yang dapat dilakukan langsung dari Provinsi Bangka Belitung, baik yang melalui Pelabuhan Pangkal Balam maupun dari Pulau Belitung, sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.

“Bea Cukai beriringan langkah dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melakukan konsolidasi dan sinkronisasi data perdagangan lada, baik yang diekspor maupun antar pulau, untuk mewujudkan direct export lada dari provinsi tersebut,” katanya.

Terakhir, Sudiro menjelaskan tentang gelaran sosialisasi ekspor dan sharing session bertema “Gerakan Flores Mengekspor” yang dilaksanakan Bea Cukai Maumere dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Dalam kegiatan tersebut para pelaku IKM diajak untuk mengenal definisi, manfaat, siapa, jenis barang dan syarat apa saja yang dibutuhkan dalam hal ekspor.

Selain itu disampaikan juga bagaimana cara memulai ekspor serta fasilitas-fasilitas apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekspor. Selanjutnya pada sesi sharing session dilakukan pembahasan bersama mengenai potensi ekspor dan program-program apa saja yang segera dapat dilakukan bersama untuk merealisasikan kegiatan ekspor khususnya di Kabupaten Manggarai Barat.

Bea Cukai, selain bertugas melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal juga mempunyai tanggung jawab untuk memajukan daerah melalui kegiatan ekspor, maka dari itu Bea Cukai akan terus melakukan sinergi dengan pemda dan pihak-pihak lainnya dalam memberikan edukasi kepada pelaku usaha atau masyarakat untuk mendorong ekspor. ***

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya